Sabtu, 31 Maret 2012

She’s Free Now?? (oneshoot)


Mir/Jiyoung
Slight : Thunder/Krystal, Seungho/Gyuri, Key/Nicole
PG-15-rated | Friendship/Romance | author: ennosarasss
“Dia… benar-benar single sekarang?”
                                         

×××

Mir terus menatap takjub pada laptop dihadapannya. Ia bahkan tidak menyadari bahwa Thunder tengah berdiri dibelakangnya saat ini. Matanya tertuju pada sebuah music video yang tak bosan ia putar sejak satu jam yang lalu.
“Ya Cheolyong-ah, kita harus berangkat latihan sekarang.” Thunder menarik pelan lengan Mir, namun yang ditarik tidak bergerak sedikitpun
Merasa tidak dihiraukan, Thunder mencoba melongok ke arah laptop sang maknae. Oh, music video terbaru dari salah satu girlband terkenal di Korea Selatan –KARA– dengan single terbarunya yang berjudul STEP.
“Dari tadi kau hanya memperhatikan Nicole kan?” ucap Thunder mencoba memancing Mir, tapi anggota termuda dari boyband MBLAQ itu tidak sedikitpun menyahut
Pantang menyerah, Thunder mencoba memancing Mir kembali. “Wah, Hara semakin cantik saja ya sekarang?” dan ucapan itu berhasil membuat Mir menoleh ke arahnya
“Cih, aku tidak suka perempuan cantik. Aku lebih suka perempuan yang cute.” Ucap Mir kembali pada laptop dihadapannya
“Maksudmu? Seungyeon noona? Ya, dia memang cute.” Thunder mengangguk dan pura-pura tidak tahu
“Member KARA yang paling cute itu maknaenya, Jiyoung!” sahut Mir tidak setuju
“Tapi menurutku yang cute itu Seungyeon noona!” balas Thunder tak mau kalah
“Hyung, kau ini kenapa? Mau ku laporkan pada Krystal eh?” ucap Mir mulai terlihat kesal
“Kekeke~” Thunder terkekeh. “Cepat keluar sekarang dan akan ku beri informasi penting tentang Jiyoung..” bisik Thunder lalu berjalan keluar dari kamar Mir
“Nde? Hyung!” Mir menoleh, namun Thunder sudah tidak ada dikamarnya. “Aissh, Cheondung Hyung! Hyung!” dengan tergesa-gesa Mir keluar dari kamarnya dan mengejar Thunder

×××

Selesai latihan, Mir segera menghampiri Thunder yang tengah duduk istirahat di salah satu sudut ruangan.
“Hyung, cepat beri tahu aku!” desak Mir sambil mengguncang-guncang lengan Thunder
“Beri tahu apa? Apa maksudmu?” Thunder berlagak bingung dan mengerutkan keningnya
“Ya! Informasi penting tentang Jiyoung katamu tadi!” sahut Mir setengah berteriak
“Oh itu. Jadi, kemarin-…”
“Oppa! Thunder oppa!” seorang gadis dari arah pintu ruang masuk berjalan ke arah Thunder dan Mir yang tengah mengobrol
“Ya, kau mengganggu kami saja Krystal.” Mir berpura-pura kesal sementara gadis tadi –yang sekarang tengah duduk disamping Thunder– hanya menjulurkan lidahnya
“Soal Jiyoung, kau tanya langsung saja pada Soojungku.” Ucap Thunder sambil meminum air mineralnya
“Ya Krystal, ada informasi penting apa tentang Jiyoung? Cepat beri tahu aku!” desak Mir
“Oh, Jiyoung. Dia hanya sudah putus dari Minhyuk oppa.”
Butuh waktu beberapa saat untuk mencerna kata-kata dari Krystal, sampai dua orang yang ada dihadapannya itu terlihat gemas dengan tingkah laku dari Mir. “Dia… benar-benar single sekarang?” akhirnya ada sebuah kalimat yang keluar dari bibir Mir
“Ya, begitulah.” Krystal mengangguk pelan
“JINJJAYO??? WAH AKHIRNYA KESEMPATANKU UNTUK MENDEKATI JIYOUNG SEMAKIN BESAR! HAHAHA…” Mir berteriak heboh dan melompat-lompat gembira dengan berita yang disampaikan Krystal

×××

Hari ini MBLAQ mempunyai jadwal tampil –dan secara kebetulan hari itu juga KARA akan melakukan comeback stage dengan single dari album ketiga mereka, STEP. Mir dan Seungho sedang duduk sambil mengobrol ketika Gyuri dan Jiyoung berjalan didepan mereka.
“Gyuri-ya!” panggil Seungho pada sang leader KARA, Gyuri
“Nde?” Gyuri berhenti dan menoleh pada Seungho membuat Jiyoung yang ada disampingnya otomatis berhenti juga
“Ada yang ingin ku bicarakan denganmu.” Ucap Seungho yang sekarang sudah ada dihadapan Gyuri
“Oh? Arraso. Jiyoung-ah, kau tunggu disini ya.” Pesan Gyuri sementara sang maknae hanya mengangguk
“Mir, tolong temani Jiyoung ya. Aku hanya sebentar.” Seungho mengerlingkan matanya jahil lalu berjalan berdua bersama Gyuri
“Annyeong Mir oppa!” Jiyoung memberi salam pada Mir lalu duduk disebelahnya
“Oh, annyeong..” sahut Mir canggung
Keheningan terjadi setelahnya, karena mereka memang tidak terlalu dekat walaupun sama-sama maknae dari grup. Jiyoung sibuk dengan ponselnya, sementara Mir sendiri sibuk dengan sebuah pertanyaan yang ingin ia sampaikan pada Jiyoung. Tapi ia takut sedikit lancang, karena itu adalah pertanyaan yang menyangkut pribadi Jiyoung. Mir bergerak-gerak gelisah dalam duduknya, membuat Jiyoung yang ada disebelahnya menoleh.
“Oppa, kau kenapa? Kau sakit? Dari tadi kau terlihat tidak nyaman.” Ucap Jiyoung
“Eh? Aniyo, gwechanayo.” Mir mencoba tersenyum, “Mmm… Jiyoungie. Eh maaf, maksudku Jiyoung..” Mir meralat panggilannya pada Jiyoung
“Ahaha, tidak apa-apa oppa. Jiyoungie juga boleh, kenapa memanggilku?”
“Uh, bagaimana ya? Mm… bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?” ucap Mir semakin gugup
“Nde, tentu saja oppa. Kau ingin bertanya apa?” ucap Jiyoung
“Kau… dan… uh, Minhyuk… benar-benar… putus?” tanya Mir sedikit tergagap, “Jeongmal mianhae, aku tidak bermaksud lancang Jiyoungie…” lanjutnya kemudian
“Ahaha, gwechana oppa. Aku dan Minhyuk oppa memang sudah lumayan lama putus, aku yang memutuskannya.” Jawab Jiyoung tenang
“Kalau boleh tahu, kenapa kau putus dengannya?” tanya Mir
“Hmm…?” Jiyoung menoleh sebentar pada Mir, tapi sedetik kemudian menunduk. Terlihat jelas sekali bahwa kedua pipinya bersemu merah.
“Hey, pipimu merah! Kau sakit ya?” tanya Mir
“Gwenchanayo oppa.” Sahut Jiyoung cepat, “Oppa ingin tahu alasanku putus dengan Minhyuk oppa?” lanjutnya kemudian, yang dibalas anggukan kecil dari Mir
“Aku putus dengan Minhyuk oppa karena aku suka dengan namja lain.” Jiyoung berkata dengan malu-malu
“Namja lain? Siapa namja itu?” Mir bertanya dengan sedikit ketus, untunglah Jiyoung tidak mendengar nada bicara Mir
“Dia teman ’91 liners Nicole unnie.” Jawab Jiyoung sambil menunduk malu
“Oh. Siapa itu? Boleh aku tahu?” tanya Mir sebiasa mungkin agar debar jantungnya tidak terdengar oleh Jiyoung
“Aniyo, aku malu!” Jiyoung menggeleng pelan dan pipinya semakin memerah karena malu
“Jebal Jiyoungie, siapa tahu aku bisa membantumu agar kau dan dia bisa bersama.” Ucap Mir sedikit memohon
“Ciri-cirinya saja ya oppa?” ucap Jiyoung sambil menoleh pada Mir
“Ah, ne ne. Baiklah, ayo beri tahu aku.” Mir mengangguk cepat
“Namanya terdiri dari 3 huruf…”
Mir mulai berkeringat dingin dengan ciri-ciri pertama yang disebutkan oleh Jiyoung
“Dia seorang rapper…”
Rasanya oksigen disekitarnya sudah mulai menipis karena Mir sekarang sulit bernapas
“Pasti… Key” batin Mir berkata dan seketika hatinya mencelos
Ya, pasti Key. Jiyoung pasti suka dengan namja itu. Nama Key terdiri dari 3 huruf, dia seorang rapper, dan ia adalah teman dekat Nicole di ’91 liners selain dirinya dan Jinwoon.
Lebih baik ia pergi dari tempat itu sekarang, batinnya.
Jiyoung memandang heran saat Mir bangkit dari duduknya. Apa ia telah melakukan kesalahan pada laki-laki itu? Karena sekarang wajah Mir terlihat sangat tidak bersahabat. Ataukah, Mir sudah tahu bahwa ia menyukai laki-laki itu dan Mir ingin menjauh?
Ya, Jiyoung akui bahwa ia telah menyukai Mir. Jiyoung menyukai Mir sejak dimalam hari Natal saat dirinya, Hara, dan Seungyeon datang ke dorm MBLAQ untuk berkunjung. Ia menyukai sikap Mir yang apa adanya dan tidak dibuat-buat, dan sejak saat itulah ia mendeklarasikan dirinya bahwa ia menyukai Mir –sampai saat ini.
“Oppa, kau mau kemana?” tanya Jiyoung saat Mir siap melangkahkan kakinya
“Aku harus kembali ke ruangan MBLAQ, sebentar lagi kami akan tampil.” Jawab Mir datar
“Oppa, aku belum selesai. Masih ada satu ciri-ciri lagi dari namja itu.” Ucap Jiyoung
“Sudahlah, aku sudah tahu.” Mir mulai berjalan meninggalkan Jiyoung
“Oppa…” Jiyoung bangkit dari duduknya
“Apa? Kau mau aku menyebutkan namanya juga?” ucap Mir yang kini tengah membelakangi Jiyoung
“Tidak, aku ingin memberi tahu ciri-ciri terakhir namja itu.” Jiyoung mulai berkaca-kaca
Mir menutup matanya sesaat, untuk menghilangkan rasa nyeri yang ada dihatinya dan bersiap untuk ucapan Jiyoung yang akan lebih menyakitkan hatinya lagi. Ia membuka matanya bersamaan disaat Jiyoung mengucapkan kata-kata itu.
“Dia…seorang maknae.” Ucap Jiyoung yang sudah meneteskan air mata pertamanya untuk Mir. “Terima kasih telah mendengarkanku oppa, aku permisi. Annyeong…” Jiyoung membungkuk sedikit lalu berbalik dan berlari meninggalkan Mir yang mematung ditempatnya
Kata-kata Jiyoung masih terngiang jelas ditelinga Mir.
Namanya terdiri dari 3 huruf. Seorang rapper. Dan maknae.
Kata-kata terakhir yang diucapkan Jiyoung mematahkan semua anggapan Mir tentang laki-laki yang disukai oleh sang maknae KARA. Orang itu bukan Key, Key bukanlah seorang maknae di grupnya. Dan setahunya, di ’91 liners yang memiliki nama yang terdiri dari 3 huruf hanya Key dan……
“……aku.” Gumam Mir pelan
Mungkinkah Jiyoung selama ini menyukainya? Sama seperti apa yang dirasakan olehnya? Dan bukan menyukai Key, temannya yang juga termasuk ’91 liners? Bodoh, pasti itu benar dirinya. Lagipula Key adalah pacar Nicole, tidak mungkin ia menyukai pacar unnienya sendiri.
Mir mulai sadar dan berbalik untuk berbicara pada Jiyoung, tapi saat berbalik ia tidak menemukan Jiyoung ditempat itu. Sekarang ia mulai panik karena Jiyoung tiba-tiba menghilang, Ah! Mungkin ia ada diruangannya bersama member KARA lain –batin Mir. Dan dengan secepat kilat, ia segera lari ke arah ruangan KARA berada.
Sampai. Akhirnya Mir sampai didepan ruangan KARA. Tapi, kenapa pintunya setengah terbuka dan terdengar suara tengisan dari dalam? Dengan pelan-pelan dan tidak bersuara, Mir mencoba mengintip ke dalam ruangan. Oh, itu dia. Didalam hanya ada Nicole yang tengah memeluk seorang gadis yang tengah menangis, dan Mir tahu kalau yang sedang menangis adalah… Jiyoung?
Mir mulai masuk dengan perlahan dan berdiri tak jauh dari pintu agar Nicole dan Jiyoung tidak terganggu –dan memang mereka tidak terganggu bahkan tidak merasakan kehadiran Mir didalam ruangan.
“Unnie, aku malu! Mir oppa tidak menyukaiku unnie!” adu Jiyoung sambil terus menangis
“Aniyo Jiyoung, mungkin saja Mir sedang lelah jadi ia seperti itu padamu.” Nicole mengusap punggung Jiyoung dan ingin memanggil member lain ketika ia melihat Mir tak jauh dari pintu
“Mireu.” Ucap Nicole yang membuat Jiyoung melepaskan pelukannya dan mengalihkan pandangannya pada Mir
“Ah, aku keluar dulu mencari Hara.” Alibi Nicole lalu keluar ruangan menyisakan Mir dan Jiyoung yang masih diam ditempat mereka masing-masing
Dengan keberanian penuh yang entah darimana datangnya, Mir berjalan menuju Jiyoung lalu duduk disebelahnya. Setelah itu ia mengangkat dagu Jiyoung dan mulai membersihkan pipi Jiyoung yang basah akibat air mata –tanpa suara sedikitpun. Ia lalu beranjak menggenggam kedua tangan Jiyoung dan dengan mantap menatap dalam ke arah mata gadis itu.
“Maaf atas sikapku tadi. Aku tidak akan begitu jika aku tidak salah paham, aku kira kau menyukai Key…” Mir kemudian menunduk, dan mengatus nafasnya.
“Jiyoungie, aku menyayangimu. Bolehkah aku menempati seluruh ruangan hatimu?” ucap Mir tanpa ada rasa ragu sedikitpun
“Cheolyongie oppa~” Jiyoung mulai berkaca-kaca lagi dan lantas memeluk Mir dengan erat. “Oppa boleh menempati seluruh ruangan hatiku.” Ucapnya kemudian setelah melepas pelukannya
“Gomawo chagiya…” Mir tersenyum dan mengusap lembut pipi Jiyoung
“Nde oppa.” Jiyoung tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke arah wajah Mir, lalu mencium pipi namja tersebut
“Kau ini Jiyoungie, kukira kau ingin macam-macam.” Mir mengacak-acak rambut Jiyoung lalu memeluk gadis itu dengan penuh rasa sayang


| e n d |


Special Epilog

“Huh, akhirnya selesai juga misi ini.” Ucap Thunder lalu duduk disebelah Seungho
“Nde.” Krystal mengangguk, “Oppa, lihat itu!” Krystal menunjuk Seungho yang tengah mengobrol akrab dengan Gyuri
“Sepertinya Mereka berdua saling menyukai.” Sahut Nicole dari samping Krystal
“Wah, dasar dua leader ini…” Thunder menggeleng-geleng tak percaya. “Kita mendapat misi lagi kali ini, menyatukan dua leader itu.” Lanjutnya
“Kekeke~” Krystal dan Nicole terkekeh
“Tapi kita harus memberitahu couple maknae agar membantu kita oppa.” Sahut Krystal
“Nde, aku juga setuju. Ayo kita tinggalkan dua leader ini…” ucap Nicole
Thunder, Krystal, dan Nicole pun meninggalkan Seungho dan Gyuri yang tengah mengobrol tanpa memperhatikan suasana disekitar mereka.

Dag Dig Dug - Blink (OST. Putih Abu-Abu)


Aku tak mau bertemu kamu
Yang selalu menggangguku
Buat hariku tak menentu
Aku benci kamu

Namun hatiku jadi rindu
Ingat kelakuan nakalmu
Ini semua terasa lucu
Aku rindu kamu

Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku

Cinta cinta cinta datang padaku
Malu malu malu ku akui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu

Aku tak mau bertemu kamu
Yang selalu menggangguku
Buat hariku tak menentu
Aku benci kamu

Namun hatiku jadi rindu
Ingat kelakuan nakalmu
Ini semua terasa lucu
Aku rindu kamu

Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku

Cinta cinta cinta datang padaku
Malu malu malu ku akui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu

Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug dag dig dug)

Cinta cinta cinta datang padaku
Malu malu malu ku akui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu

Cinta cinta cinta tlah datang padaku
Malu malu malu ku akui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu

Di putih abu-abu
Cintaku bersemi di putih abu-abu 

Rabu, 21 Maret 2012

A Little Story in Dufan

Assalamualaikum :)
Hari ini bawa sedikit cerita waktu pergi ke dufan sama temen-temen gue. (re: asri, nana, shinta)
Story begin in stasiun bojong gede. Janjian jam 7 gapake ngaret, taunya gue yang ngaret -_-
yang dateng pertama asri, kedua shinta, ketiga gue, terakhir nana. Pas udah lengkap semua, kita jalan ke stasiun bojong gede trus beli tiket kereta jurusan manggarai yang ekonomi-ac. kereta pertama dateng, tapi kereta ekonomi dan banyak cowok-cowok alay yang naik ke atas gerbong biar gratisaaaan yeeeeh -,-
Kereta kedua dateng, dan kita naik kedalem udah penuh sama bapa-bapa yang berangkat kerja. tadinya gue sama shinta mau naik ke atas gerbong biar acnya lebih kerasa alias ac alami, tapi gue takut masuk angin. alhasil kita berempat berdiri berdesak-desakan *halah* di dalem kereta. Didalem gue takut banget karena itu pertama kalinya gue naik kereta begituan, tapi gue kaya orang purba yang ga pernah naik kereta juga. Gue and the genk *asik bahasanya coy* berisik banget dikereta, apalagi gue -,-. Setiap keretanya berhenti atau jalan, badan gue ikutan goyang hampir mau jatuh, dan temen-temen gue ngatain gue lebay. distasiun apa gitu gue lupa, bapa-bapa yang duduk depan gue sama nana berdiri dan nawarin nana buat duduk tapi gue malah berantem sama dia buat duduk dan alhasil gue yang menang. Kenapa gue yang duduk? karena gue ngeliat gelagat shinta yang pengen duduk juga, jadi gue buru-buru duduk, kan ga lucu kalo gue sama nana yang berebutan tapi shinta yang dapet tempat duduk -_-
Dan sepanjang sisa perjalanan kereta itu gue habiskan dengan ngeledekin tiga temen gue yang ga dapet tempat duduk HAHAHA *evil laugh*

Taraaaaaaat, kita nyampe di stasiun manggarai jam setengah 10. Udah gitu kita jalan nyariin halte busway yang ke ancol, dan seperti biasa gue yang paling lebay dan bersemangat. Tapi tiba-tiba nana nanya ke mas-mas tukang jualan dan ternyata kita salah jalan -_- alhasil kita muter balik dan asri ngajakin lari dipinggir halte, BAYANGKAN??? sumpah yaaa gue gamau pergi sama lu lagi sri (to asri)
Udah tuh kita naik busway, dan sepanjang jalan kita duduk ditemenin sama mas-mas penjaga pintu busway yang ganteng beud!!! *alay kumat*

Kita sampe didufaaaaaaaaaaaaaaaaaaannn!!!!
Kita beli tiket masuk ancolnya 15.000 dan tanya ke mba-mbanya kapan dufan buka. dan mba-mba itu bilang bukanya jam setengah 2 siang sementara saat itu masih jam setengah 12 siang, njrrrriiiiiiitt nyesek -_- (re: gue ke dufan hr jum'at)
Udah tuh, kita nunggu kaya orang bego didepan pintu dufan sambil poto-poto, makan bekel, dan lain-lain yang mencirikan orang kampung yang baru pertama kali ke kota -,- Karena setengah 2 masih lama, akhirnya kita sholat dulu dimushola *backsound suara tepuk tangan* dan seperti biasa gue sama shinta selalu melakukan tradisi sebelum sholat yaitu injek-injek kaki sambil ketawa-tawa
Selesai sholat kita nunggu lagi seperti orang kampung dan memutuskan beli minuman soda dimesin otomatis, kita tinggal masukin uang 10.000 dan milih minuman kemudian minuman itu datang sendiri ke kita, subhanallah teknologi jaman sekarang yaaaaaa :)
Galama kemudian loket buka dan nana buru-buru ngantri beli tiket sementara gue shinta asri neduh dibawah pohon kaya orang gila.

Yaaaaaaaaaaaaaaa, kita masuk dufaaan! Wahana yang pertama kita naikin alap-alap, dan karena kita yang naik pertama jadi kita diputerin 3 kali kan biasanya 2 kali doang. di situ gue duduk sama shinta sementara asri sama nana, sepanjang permainan gue ketawa-tawa sambil neriakin nama shinta sementara yang diteriakin sibuk teriak ke mas-masnya "cukuuuuuuuuuuuppp! cukuuuuuuuuuupp! cukuuuuuuuuuuuup!" seperti itu, menyedihkan bukan? ckck..
Wahana kedua istana boneka -_- itu juga karena shinta yang minta, nothing special di istana boneka. Yang gue tau, pas keluar istana boneka gue tak sadarkan diri alias tidur :D Trus kita ke 3 dimensi, nothing special juga disana.
Nah ini dia. Wahana berikutnya setelah 3 dimensi adalah ontang-anting dan shinta ga ikut karena takut muntah, gue sendiri bawa kantong plastik persediaan buat muntah juga -_- awal awal naik itu seneng, teriak-teriak gajelas sambil ketawa dan manggil-manggil nama shinta, dan musibah bermula saat gue nengok kebelakang mencoba ngeliat nana dan asri, dari situ gue mulai pusing dan mual sampe akhirnya pas turun gue mau muntah tapi gue tahan karena takut nyusahin temen-temen gue.
Wahana selanjutnya halilintar, langganan gue kalo pergi ke dufan. gue duduk berdua sama asri, shinta sama nana. sebelum naik, kita sepakat neriakin cowok-cowok yang kita suka (re: gue fikri, shinta yoyo, nana randy, asri arif) eh pas udah naik taunya gue doang yang teriak fikri -_- dan gue ngerasa pas gue teriak gue freak ga ketulungan -,-
Selesai halilintar asri pamit ke toilet dan ternyata dia mau pingsan di toilet katanya tapi gajadi -_-
Trus kita sholat ashar, baru lanjut ke arung jeram. pas baru naik dan mau jalan, shinta teriak-teriak ke masnya kalo dia gabisa pake sabuk pengamannya tapi masnya masa bodo dan shinta ditolongin sama mba-mba sebelahnya. pas main arung jeram shinta yang paling basah kena air, ckck kasian banget. selesai arung jeram kita mau lanjut ke niagara-gara, tapi kita main diperang bintang dulu nembakin monster monster gajelas dan gua sama shinta sempet shock waktu dilorong perang bintang itu.
Selesai perang bintang kita jalan ke niagara-gara, dan asri sama nana udah ngoceh mereka pengen duduk dipaling belakang -_- tapi gue langsung menengahi dengan cara gambreng. kita gambreng dan sialnya gue harus duduk paling depan -_- dari niagara-gara kita kerumah miring, dari rumah miring kita kerumah kaca. sumpeh deh, tu rumah kaca serem banget dan pas keluar gue pusing tak tertahankan -_-
Kita istirahat sebentar, shinta asri sama nana sibuk beli jajanan SD alias es serut -_- karena gue merasa itu jajanan anak kecil dan gue udah remaja gue memutuskan gaikutan beli dan hanya menonton mereka dengan mulut yang banjir air liur *tapi bohong, hehe*
Selesai makan es serut kita ganti baju trus sholat maghrib, trus sibuk diskusi jadi naik hysteria atau enggak. gue bilang enggak jadi karena udah tutup, tapi sebenernya alasan gue karna sedikit takut :P
Pas ngecek kesana taunya masih buka dan matilah gue -_-. Gue rada dipaksa naik, pasalnya nana mau naik kalo  shinta naik, shinta mau naik kalo gue naik, dan gue sendiri gamau naik sebenernya. tapi tiba-tiba gue penasaran dan gue juga mikir pengen pamer ke kakak laki-laki gue kalo gue berani naik hysteria. akhirnya dengan sedikit ragu-ragu, gue naik dah. akhirnya gue shinta nana naik sementara asri gamau karna takut. kita bertiga minta ke mas-masnya supaya dipelanin dan jangan tinggi-tinggi, tapi mas-masnya dengan santai ngomong kalo itu udah otomatis dan banyak lagi omongan gapenting yang dia bilang, trus gue bilang aja "ah bacot bacot bacot! -_-" akhirnya mas-masnya sama asri cuma ketawa liat kita ketakutan dan hysteria pun dimainkan -_-
Jantung gue naik turun naik tuh wahana, apalagi pas turun pertama. gue pengen teriak tapi ketahan, lagian shinta sama nana juga ga teriak alias sunyi banget -_- dan mereka bilang pemandangannya bagus banget dan gue cuma manggut-manggut sok ngerti, padahal gue merem melek liatnya hahaha :D
Terakhir kita naik bianglala, gue sama shinta ketakutan dan terus-terusan nunduk padahal itu ga serem sama sekali. tapi gue sama shinta lebih milih naik hysteria berkali-kali daripada naik bianglala -_-
Trus kita makan baso dan dijemput papanya asri, pas dijalan sumpah acnya dingin banget sampe gue menggigil dan shinta kebelet pipis. sepanjang perjalan gue tidur dan ga ngedengerin yang lain ngomong, soalnya gue ngantuk berat -_-
And story finish when my daddy come to take me home. Haaaaaaaaaaah, akhirnya selesai juga sesi curhat ini. Udah dulu yaaaaaaaaa, wassalamualaikum :)

Selasa, 20 Maret 2012

Jumping - KARA


Jumpin' Jumpin' Jumpin' up
Jumpin' Jumpin' Jumpin' up
Jumpin' up Jumpin' up

Seulpeun gieok jiullae jeomjeom
Meoreojineun neoreul jabeullae Jump Jump
Nal gidaryeotdeon geu siganeuro dasi gallae

Aesseo barae ye aesseo barae iye
Aesseo barae aesseun mame geuttaeui you and I

Just nothing better only YOU
Gieok sok neoreul kkaewo Jumpin' Jumpin' Jumpin' up only YOU
Jamdeun sarangeul kkaewo Jumpin' Jumpin' Jumpin' up only YOU
Geuttaero Jumpin' up only YOU
Neoege Jumpin' up only YOU

Jumpin' up Jumpin' up

Dasi barae ye dasi barae iye
Dasi barae aesseun mame geuttaeui U & I

Just nothing better only YOU
Gieok sok neoreul kkaewo Jumpin' Jumpin' Jumpin' up only YOU
Jamdeun sarangeul kkaewo Jumpin' Jumpin' Jumpin' up only YOU
Geuttaero Jumpin' up only YOU
Neoege Jumpin' up only YOU


Take on me take on me take on me ye

U U U U
Take on me take on me take on me ye


Neon naui daia only YOU
Eoreum sok neoreul nogyeo Jumpin' Jumpin' Jumpin' up only YOU
Nokseun chueogeul dakka Jumpin' Jumpin' Jumpin' up only YOU
Geuttaero Jumpin' up only YOU
Idaero Jumpin' up only YOU


Nothing only YOU
Gieok sok neoreul kkaewo Jumpin' Jumpin' Jumpin' up only YOU
Jamdeun sarangeul kkaewo Jumpin' Jumpin' Jumpin' up only YOU
Geuttaero Jumpin' up only YOU
Neoege Jumpin' up only YOU...


Jumpin' Jumpin' Jumpin' up
Jumpin' Jumpin' Jumpin' up
Jumpin' up Jumpin' up




Sabtu, 17 Maret 2012

Cry Cry - T-ARA


(Qri) Hey,T-ARA..
(Jiyeon) Saebbalgan jangmicheoroem gashigateun mallo nal jjireun neo uh uh uh
(Soyeon) Neon machi munshincheoreom ji-uryeo halsurok gipke paeyeo uh uh

(Hyomin) Cry Cry Can’t you see the music
Bulkkotcheoreom ddeugeobke You’re ma boy

(Soyeon) Baby can’t you see that look at my eyes
Seulpeume bbajin nae dununeul bwa uh uh
(Hyomin) Bulkeun taeyangboda deo ddeugeobke
Saranghaetdeon nareul ullijima ah ah (Hwayoung) Let’s go

(Hwayoung) Break it! (Eunjung) Come on Come on Yo
(Hwayoung) Make it! (Eunjung) Come on Come on Yo
(Hwayoung) Take it! (Eunjung) Come on Come on Come on

(Soyeon) Nan joongdokdwingeotcheoreom geuriwohago ddo geuriwohae
(Jiyeon) Neon machi gamukcheoreom ni-ane nal gadwobeoryeotnabwa uh uh
(Eunjung) Cry Cry Can’t you see the music
Bulkkotcheoreom ddeugeobke You’re ma boy

(Soyeon) Baby can’t you see that look at my eyes
Seulpeume bbajin nae dununeul bwa uh uh
(Hyomin) Bulkeun taeyangboda deo ddeugeobke
Saranghaetdeon nareul ullijima ah ah (Hwayoung) Let’s go

(Boram) Uh uh yeah Let’s dance (Jiyeon) Deep in your eyes
(All) Baby can’t you see that look at my eyes
Seulpeume bbajin nae dununeul bwa uh uh
Bulkeun taeyangboda deo ddeugeobke
Saranghaetdeon nareul ullijima ah ah

(Soyeon) Jebal nareul ddeonagaji mara
Dora-ondan ni mal mitji anha uh uh
(Hyomin) Bulkeun taeyangboda deo ddeugeobke
Saranghaetdeon nareul ullijima ah ah Let’s go

(Hwayoung) Break it! (Eunjung) Come on Come on Yo
(Hwayoung) Make it! (Eunjung) Come on Come on Yo
(Hwayoung) Take it! (Eunjung) Come on Come on Come on

(Qri) T-ARA Time to love, sshhh!


Goo Hara (KARA) - Profile and Pictures


Name: Goo Hara (Hangul: 구하라 | Hanja: 具荷拉)
Stage Name: Hara, Honey, Koala, Gura
DOB: January, 13st 1991
Birthplace: Gwangju, South Korea
Position: Lead Dancer, Vocalist, Face of the Group





























Rabu, 14 Maret 2012

Lupin - KARA


(Nicole) Sing It With Me Now 2010
We Bringing New Love To The Floor
Rocking What's Real La Couture
We Opening New Doors New Show New World New Control
Can You Keep Up Oh!

Hallo! Hallo! Hallo! Hallo! Hallo! (x3)
Hallo! Hallo! Catch! Catch! Hallo! Hallo!

(Gyuri) Keomeokjima ni shimjangsoriga deulkyeo (shh! )
(Jiyoung) Dwi-e seoseo chimchakage jikyeobwabwa
(Seungyeon) Tamnandago seodureudan kyeolguk Game Set
(Nicole) Yuyeonhage haengdonghaebwa As Usual It's Mine

(Hara) It's Mine This Is Mine This Is Mine

(All) Nopi ollaga (Ye Ye Ye) Sesangeul da gajyeobwa (Ye Ye Ye)
Never Back It Up Back It Up Never Turn It Up Turn It It Up

Hallo! Hallo! Hallo! Hallo! Hallo!
Hallo! Hallo! Catch! Catch! Hallo! Hallo!

(Gyuri) Hannunpalmyeon gihoejocha bbaedgyeobeoryeo (shh! )
(Jiyoung) Nuguboda hanbal meonjeo dagagabwa
(Nicole) Namdeulcheoreom ti naedagan kyeolguk Game Set
(Seungyeon) Yuyeonhage haengdonghaebwa As Usual It's Mine

(Hara) It's Mine This Is Mine This Is Mine

(All) Nopi ollaga (Ye Ye Ye) Sesangeul da gajyeobwa (Ye Ye Ye)
Never Back It Up Back It Up Never Turn It Up Turn It It Up

(Jiyoung) Ije chageunchageun georeo nagabwa
(Gyuri) Sesang hanahana jeonbu gadeuk damabwa
(Seungyeon) Teukbyeolhagil weonhani ni geod igil barani (Nicole) shijakae

(All) Nopi ollaga (Ye Ye Ye) Sesangeul da gajyeobwa (Ye Ye Ye)
Never Back It Up Back It Up Never Turn It Up Turn It It Up


Selasa, 13 Maret 2012

THE KSA (save the princess part 1)


Gikwang masuk kedalam ruang kerja timnya, dan menemukan setiap anggota tengah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Thunder, dengan senjata-senjatanya. Jiyeon, dengan ponsel dan alat riasnya. Dan si bungsu Krystal, tampak serius dengan komputer didepannya. Gikwang menggeleng pelan dan berdecak kesal, ia lalu menaruh kedua tangannya dipinggang dan menatap tajam pada setiap anggota timnya.
“YA!” serunya keras. Membuat ketiga anggota tim itu terkejut dan menoleh bersamaan ke arah leader mereka
“Aigoo. Lihat, pipiku tergores oleh lipstick!” seru Jiyeon sambil menunjuk pipi kirinya
Gikwang meringis merasa bersalah, Krystal menatap prihatin pada Jiyeon, dan Thunder memutar kedua bola matanya malas.
“Ada apa? Apakah ada sesuatu?” Tanya Thunder pada Gikwang
Gikwang menoleh dan tersadar, “Ah, aku ingin bilang bahwa kita harus menemui Mr. Cho sekarang juga!”
Right now? Tapi aku belum menyelesaikan permainanku!” keluh Krystal
“Hey, apa yang kau maksud dengan permainan? Itu bukan permainan Soojung, itu rumus kimia!” sahut Jiyeon bergidik ngeri
“Aissh unnie, kau harus mencobanya! Ini sangat menyenangkan!” ucap Krystal dengan mata berbinar
“Tidak terima kasih.” Jiyeon menjawab dengan cepat. “Ayo kita ke ruangan Mr. Cho” ia pun berjalan melewati Gikwang
**
“Ini misi yang sangat tidak penting menurutku!!” protes Jiyeon kesal. “Aku tidak ikut!” ia menggeleng keras
Mr. Cho –atasan mereka- memberitahu pada Gikwang dan timnya bahwa mereka mendapatkan sebuah misi negara. Tapi baru saja selesai memberitahu, Jiyeon sudah protes terlebih dahulu tanpa mau mendengarkan alasan yang diberikan oleh atasan mereka.
“Ya. Kau harus mendengarkan alasanku mengapa memberikan misi ini pada kalian!” ucap Cho Kyuhyun –atasan mereka.
“Kalau begitu, cepat beritahu kami!” sahut si bungsu Krystal antusias
“Sebelumnya, kalian harus memutuskan akan mengambil misi ini atau tidak.” Ucap Kyuhyun serius. “Keputusan ada ditanganmu, Sky.” Kyuhyun menoleh pada Gikwang
Gikwang terdiam cukup lama, ia kemudian menatap pada setiap anggota timnya. Krystal mengangguk antusias seperti biasa, Thunder mengedikan bahunya, dan Jiyeon mengerucutkan bibirnya. Ia lalu menoleh pada Mr. Cho yang masih menunggu jawaban dari mulutnya.
Gikwang menghirup udara cukup banyak dan tegas menjawab, “Kami terima misi ini.”
“Baiklah. Lihat ini…” Mr. Cho menyalakan layar proyektor dan menunjukkan sebuah foto pada tim KSA


“Namanya adalah Choi Sulli. Anak tunggal dari presiden Korea Selatan Choi Siwon dan istrinya Choi Tiffany.” Ucapan Mr. Cho terpotong oleh perkataan Thunder
“Jadi, apa inti dari misi kali ini?” tanyanya
“Baiklah. Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, kalian harus menjaga putri presiden tersebut.” Ucap Mr. Cho sambil menghirup sisa tehnya, “Kalian tahu sendiri bagaimana hubungan antara negara kita dengan Korea Utara. Beberapa minggu yang lalu, Korea Utara mengirim sebuah surat ancaman yang berisi akan menculik dan membunuh putri presiden Korea Selatan.”
“Lalu?” Tanya Jiyeon yang mulai mengerti
“Awalnya presiden dan pasukannya tidak menanggapi surat ancaman tersebut. Sampai seminggu kemudian, 3 orang pasukan pengawal presiden ditemukan tewas dengan luka tembak didada kiri mereka. Didekat mayat-mayat tersebut juga terdapat bendera Korea Utara yang dikibarkan disebuah tiang yang tidak terlalu tinggi.” Mr. Cho mengusap tengkuknya perlahan, “Sejak saat itu, Presiden memerintahkan pasukannya untuk menjaga ketat putri dan juga istrinya. Tapi sampai saat ini, pasukan presiden yang telah tewas sudah mencapai 20 orang.”
“Karena dirasa ini sudah semakin berbahaya dan menyangkut tentang putri dan juga negaranya, maka presiden menyuruh kalian sebagai tim khusus yang Korea Selatan miliki untuk menjaga putri tunggalnya sementara presiden dan istirnya akan pergi ke Amerika untuk suatu urusan penting negara.” Mr. Cho mengakhiri penjelasannya
“Jadi, kami akan menjadi bodyguard putri presiden. Begitukah?” Krystal membuat kesimpulan
“Ya. Hanya sampai Korea Utara berhenti membunuh pasukan presiden dan berhenti mengirim surat ancaman.” Mr. Cho mengangguk mantap
“Baiklah. Kami akan berusaha menjaga putri presiden dengan baik.” Gikwang menjawab dengan mantap. “Kalau begitu, kami permisi dulu.” Gikwang dan timnya berdiri dari posisi duduk mereka
“Untuk Diamond dan Krystal…” ucap Mr. Cho yang membuat Jiyeon serta Krystal menoleh ke arahnya, “Diamond, tugasmu menjaga dan mengawasi putri dari jarak dekat dan jangan turun ke medan kecuali kau sangat dibutuhkan.” Jiyeon mengangguk, “Krystal, kali ini kau turun ke medan.” Krystal tersenyum puas dan mengangkat ibu jarinya.
**
“Masuk!” seru seorang gadis ketika seseorang mengetuk pintu kamarnya
Seorang pria layaknya pelayan, masuk dan membungkuk hormat pada gadis tadi. Sang gadis hanya mengangguk singkat lalu meletakan majalah yang sedang dibacanya.
“Nona Sulli, tim KSA sudah datang dan ingin bertemu denganmu.” Ucap pelayan tadi
“Baiklah, suruh mereka masuk.” Sahut Sulli
Pelayan tadi mengangguk dan berjalan keluar dari kamar Sulli. Tak lama kemudian, ia kembali dengan tim KSA dibelakangnya. Sulli tampak menatap satu persatu anggota tim KSA sampai pandangannya berhenti pada Thunder yang dengan cuek tidak melihat ke arah Sulli sama sekali melainkan sibuk memandangi setiap sudut kamarnya.
“Kau boleh keluar.” Ucap Sulli pada pelayannya, dan kemudian pelayan itu membungkuk lalu keluar dari kamar Sulli
“Annyeonghaseyo, kami dari tim KSA yang akan menjaga putri.” Gikwang tersenyum ramah pada Sulli, “Namaku Gikwang, kau boleh memanggilku Gikwang atau Sky.”
“Namaku Krystal, senang berkenalan denganmu putri! Ini merupakan suatu kehormatan bagiku dan tim.” Krystal maju dan menyalimi tangan Sulli, sementara Sulli tersenyum melihat tingkah Krystal
“Namaku Jiyeon. Kau boleh memanggilku Jiyeon atau Diamond, bangasupmida.” Jiyeon tersenyum dan membungkuk singkat pada Sulli
“Unnie, tidak perlu seformal itu. Mari kita berteman!” Sulli menarik tangan Jiyeon agar gadis itu mendekat ke arahnya dan Krystal
“Unnie? Eh, panggil nama saja juga boleh nona Sulli.” Tolak Jiyeon halus
“Aniyo, kau lebih tua dariku. Aku ingin memanggilmu unnie, dan stop memanggilku nona! Panggil saja Sulli atau Jinri. Araci?” ucap Sulli
“Ne.. Sulli.” Jiyeon mengangguk
“Hey, dari tadi dia belum mengenalkan diri. Beri dia kesempatan…” Gikwang menyikut lengan Thunder
“Namaku Thunder.” Ucap Thunder singkat dan mengangguk singkat pada Sulli
“Gikwang oppa, Thunder oppa, Jiyeon unnie, Krystal, mohon bantuannya!” Sulli membungkuk dan mengeluarkan eye smile cantiknya
BANG! BANG!
“Kyaaaaaaaaaaaaaaaa!”
BANG!
Tiba-tiba terdengar suara tembakan dan teriakan seseorang dari lantai bawah rumah Sulli. Gikwang beradu pandang dengan Thunder lalu menoleh pada Sulli yang tengah ketakutan, ia lalu menoleh pada Jiyeon dan Krystal yang tampak mengangguk.
“Baiklah. Aku dan Thunder akan turun ke bawah, Diamond dan Krystal! Kau tetap disini menjaga Sulli, tutup dan kunci pintu lalu bersembunyi didalam lemari. Jika 5 menit kami belum juga kembali, Krystal kau maju dan Diamond pergi selamatkan Sulli. Mengerti?” ucap Gikwang
“Mengerti!” sahut Jiyeon dan Krystal bersamaan
“Ayo kita pergi!” Gikwang dan Thunder pun keluar dari kamar tersebut. Krystal menutup dan mengunci pintu sementara Jiyeon menuntun Sulli yang masih ketakutan untuk bersembunyi didalam lemari, disusul oleh Krystal.
**
“Astaga…” desis Gikwang pelan
Dihadapannya terdapat seorang pelayan wanita dan pelayan pria yang tewas dengan darah yang mengotori lantai dan baju mereka. Gikwang mendekat ke arah mayat pria dan menemukan luka tembakan didada dan bahunya, ia lalu beralih ke mayat si wanita dan menemukan luka tembak didada. Ia lalu bangkit berdiri dan berbalik ke arah Thunder.
Gikwang menahan napasnya dan memandang ke tempat Thunder berdiri, kakinya tiba-tiba saja kaku dan tak bisa menjalankan perintah dari otaknya, ‘Sial!’ ucapnya dalam hati
Thunder yang merasa aneh dengan sikap Gikwang, mengerutkan keningnya dan hendak berjalan menghampiri ketua timnya tersebut.
BANG!
“THUNDER!”
Jleb.
PRAK!
Gikwang terus memperhatikan rekan satu timnya yang sekarang sudah runtuh dan terkapar dilantai dengan luka tembak dibahunya. Pistolnya terjatuh dan isinya berserakan di lantai, dan dengan perlahan Thunder menutup kedua matanya pingsan.
Gikwang mengangkat kepalanya, tak jauh dari tempat itu seorang pria tengah berdiri sambil menempatkan shoot gunnya ke celananya.
Well well well! Kita bertemu lagi, Gikwang…” ucap pria itu sambil tersenyum meremehkan
“Chansung…” desis Gikwang tajam
“Jadi, kau sekarang bekerja untuk Korea Selatan bersama Thunder? Haha, kukira kalian masih tinggal di Amerika.” Ucap pria tadi, Chansung.
“Dan kau, bekerja untuk Korea Utara?” balas Gikwang
“Ya, daripada aku terus membusuk di Amerika. Aku ingin sedikit bermain-main, dan tak kusangka bisa bertemu kawan lama.” Chansung mengedikan bahunya, “Atau lebih tepatnya musuh lama…” dan ia bersiap dengan shoot gunnya lagi
**
Krystal terus memandangi jam tangan digitalnya, “58…59…60…” Kyrstal mengangkat kepalanya dan mengintip dari lubang kunci pintu lemari
“Ini sudah 5 menit dan mereka berdua belum kembali!” bisik Krystal khawatir dan juga kesal, “Unnie, kau bawa Sulli keluar. Aku akan turun kebawah”
“Baiklah!” Jiyeon membuka tas ransel yang ia bawa. Ia mengeluarkan alat untuk memanjat terbing dan sebuah laser untuk menghancurkan dinding
“Aku pergi dulu…” Krystal perlahan membuka pintu lemari dan melangkah keluar
BRAK!
Pintu kamar Sulli terbuka dengan sebuah tendangan keras yang membuat Krystal terkejut. Ia lalu melihat siapa pelaku yang telah menendang pintu kamar dan kembali terkejut.
“Krystal! Kita bertemu lagi.” Ucap seorang gadis, ia lalu menoleh melewati badan Krystal. “Diamond, kau mau kemana dengan putri presiden itu?” lanjutnya sambil melihat ke arah Jiyeon yang akan keluar dengan Sulli melalui dinding yang sudah dilubangi dengan laser
Baik Krystal dan Jiyeon sama-sama tercekat melihat siapa gadis yang berbicara dengan mereka, “Lizzy…” desis mereka bersamaan
“Jadi, kalian berdua bersama Gikwang oppa dan Thunder oppa berkerja untuk Korea Selatan. Begitu? Cih, rendah sekali. Kalian itu lulusan akademi CIA…” ucap gadis tadi, Lizzy meremehkan
“Dan kau? Bekerja untuk Korea Utara? Kau juga sama rendahnya Lizzy.” Balas Jiyeon tajam
“Hahaha, aku hanya bermain-main sementara. Aku bosan tinggal di Amerika, tak kusangka bertemu kalian lagi.”Lizzy menggeleng, “Baiklah, cukup basa-basinya. Serahkan putri presiden padaku!”
“Cih, langkahi dulu mayatku Lizzy! Mari kita lihat, apakah kau masih sama seperti dulu. Lizzy yang selalu kalah dari Krystal!” ucap Krystal tersenyum sinis
“Bhahaha, baiklah jika itu maumu. Mari kita lihat juga, apakah kau masih sama seperti dulu.” Lizzy tersenyum meremehkan

To be continued…