Selasa, 08 Februari 2011

Kesempatan Terakhir -CERPEN-

Tap....tap....tap....
Shilla berlari menuyusi koridor sekolahnya yang sudah mulai sepi. Ia menutup wajahnya dengan sebelah tangan dan masuk ke dalam toilet siswi. Sivia tampak lari mengikuti shilla masuk ke dalam toilet
“Shil...” panggil sivia pelan sambil menghampiri shilla yang menangis tersedu-sedu
“Gw...gw....capek vi, gw gk kuat lagi....” ucap shilla sambil terus menangis
“Iya shil, gw tau lo capek. Kan gw udah bilang kalo-...”
“Gw cinta sama dia vi. Gw gk bisa mutusin dia!!” shilla menyela omongan sivia. Karena ia sudah tahu ke arah mana sivia akan bicara
“Tapi gk gini caranya shilla!! Kalo kaya gini caranya sama aja lo nyakitin diri sendiri..” pekik sivia
“Gw...gw tetep gk bisa..siv..” shilla memeluk sahabatnya itu dan menangis di bahunya
“Yaudah, gw ngerti kok shil. Gw telpon iel dulu ya..” sivia meraih ponselnya dan menekan beberapa nomor lalu menempelkan hpnya ke telinga kanan
G : hallo via cantik
S  : hallo yel. Lg dmna?
G : lg di lapangan. Knp?
S  : shilla lg sm aku. Tadinya kita mau ke lapangan
G : trus knp?
S  : shilla liat riko sama zahra berduaan. Jadinya dia nangis dan pergi
G : trus skrg shilla gmna?
S  : ada kok sama aku
G : yaudah, nanti aku bilangin rikonya
S  : makasih ya yel
G : sama-sama cantik

Tut-tut-tut

“Vi, ke lapangan yuk!” ajak shilla sambil melepas pelukannya
“Tap shil...”
“Ayo vi..” rengek shilla
“Yaudah deh yuk..” sivia pasrah. Mereka berdua keluar dari toilet dan berjalan beriringan menuju lapangan basket. Tempat pacar mereka berdua latihan untuk pertandingan basket yang akan diadakan bulan depan

***

Gabriel berjalan cepat menghampiri riko. Cowok tinggi itu tampak sedang bercanda ria dengan seorang gadis manis berbehel, gadis tadi mengelap keringat riko yang bercucuran sementara riko memegang salah satu tangan gadis itu  sambil tersenyum. Riko menoleh ke arah gabriel yang sedang berjalan ke arahnya
“Woy yel!!” riko melambaikan tangannya tapi tak dibalas oleh gabriel. Kini gabriel telah sampai di depan riko dan juga zahra, matanya menatap tajam ke arah riko. Riko sendiri jadi heran dengan tingkah laku sahabatnya itu. Zahra yang takut dengan situasi tegang itu akhirnya memilih pergi
“Yel” riko memegang pundak gabriel
“Sadar ko, sadar! Lo udah punya shilla..” gabriel mencengkram kerah baju riko dan mengguncang-guncang tubuhnya
“Gw tau gw punya shilla. Terus knp?” tanya riko
“Dia tuh sakit hati liat lo jalan sama cewek lain riko!!!” bentak gabriel masih tetap mengguncang-guncang tubuh riko
“Knp harus sakit hati? Gw gk pacaran sama ceweknya lagian...” sahut riko santai
“Lo tuh harus dikasih pelajarang tau gk!?” gabriel siap meluncurkan bogem mentahnya pada riko
“STOP!!!” teriak seseorang dari pinggir lapangan basket. Riko dan gabriel menoleh. Disana berdiri shilla yang kembali menangis dan sivia yang memegangi bahu shilla. Shilla lalu berjalan ke arah lapangan diikuti sivia
“Lo gk berhak mukul riko!!” shilla menepis kasar tangan gabriel
“Dia udah keterlaluan shilla!!” pekik gabriel kesal
“Terus apa urusan lo?? Lo tuh gk berhak ikut campur hubungan gw sama riko” bentak shilla
“Shilla!! Cukup, dia udah keterlaluan sama lo! Dia gk berhak dapet maaf atau kesempatan lo lagi!! Ayooo...” bentak sivia sambil menarik tangan shilla, tapi salah satu tangan shilla dicekal oleh riko
“Dia cewek gw!!” kata riko dingin sambil menatap tajam mata sivia. “Lo gk berhak bawa dia kemana-mana” riko melepas tangan sivia dari tangan shilla
“Apa lo bilang?? Cewek lo?? Iya, dia cewek lo! Tapi Cuma sebagai status riko! Tapi nyatanya?? Lo masih tetep jalan sama cewek lain! Giliran lo butuhin shilla, baru lo perhatian sama dia!! Lo itu cowok macem apa riko anggara???” bentak sivia keras
“TERUS LO MAU APA SIVIA AZIZAH???” tantang riko garang

BUGG

Riko jatuh tersungkur ke lapangan basket
“Itu karna lo berani bentak cewek gw!” ucap gabriel masih dengan tangan terkepal
“Sok pahlawan lo yel!” maki riko sambil memegangi sudut bibirnya yang mengeluarkan darah
“Seenggaknya gw bisa ngelindungin cewek gw. Dan yang terpenting, GW PACARAN SAMA DIA KARENA GW SAYANG DAN CINTA SAMA DIA. BUKAN SEKEDAR MAIN-MAIN” ucap gabriel dengan penekanan saat mengucapkan kata yang dicaps lock
“.....” riko diam ditempatnya
“Ayo vi, kita pergi” gabriel mengajak sivia pergi meninggalkan riko dan shilla yang masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan ditempat masing-masing pula. Shilla membantu riko bangun dan menuntunnya ke arah UKS sekolah dalam diam. Sesampainya di UKS ia mendudukan riko disebuah ranjang dan mengambil kotak P3K untuk mengobati luka riko. Shilla mengobati memar dipipi riko dengan telaten dan masih dalam diam
“Shil...” panggil riko
“....” shilla diam dan masih sibuk mengobati luka riko
“Shil...” panggil riko lagi
“....” masih tak ada sahutan dan shilla
“Shil..” riko masih berusaha
“....” shilla tetap diam dan tak ingin menyahut
“Shilla!!” panggil riko cukup kencang sambil memegang tangan shilla yang sedang mengobati lukanya. Shilla diam dan menatap mata riko, air matanya mulai turun (lagi)  dan makin lama makin deras dan tak terbendung
“Aku capek ko...aku capek...” akhirnya shilla mengeluarkan suaranya juga
“Maaf..” riko meraih shilla ke dalam pelukannya dan membelai rambut panjang milik shilla. Shilla sendiri menenggelamkan wajahnya di dada riko dan menangis disana. Hanya menangis yang dapat shilla lakukan untuk mewakili semuanya. Kekesalannya, kemarahannya, kekecewaannya, kecemburuannya, kesedihannya, dan itu semua hanya ditunjukkan untuk seseorang. Seseorang yang sangat dicintainya....RIKO.
“Kamu selalu minta maaf sama aku ko, minta kesempatan...dan selalu aku kasih. Tapi apa? Kamu gk bener-bener gunain kesempatan yang udah aku kasih buat ubah sikap kamu. Dan sekarang aku gatau bisa kasih maaf dan kesempatan aku lagi atau enggak ke kamu riko...” ucap shilla masih menangis
“Maafin aku shilla, please...” riko mengangkat wajah shilla dan menatapnya dalam. Shilla terpaku. Tatapan mata itu yang membuatnya sayang dan cinta pada riko. Tatapan tajam yang meluluh lantahkan hati, jiwa, dan raganya. Hanya dengan tatapan itu saja riko dapat menembus benteng pertahanan shilla. Shilla hanya menunduk tak tau harus menjawab apa.
“Shil, aku mohon..” pinta riko sungguh-sungguh. Shilla mengangkat wajahnya kembali dan tersenyum tipis
“Iya..” kata shilla pelan. Riko tersenyum dan memeluk shilla erat dan cukup lama

%%%

Shilla menatap bayangan dirinya dicermin besar dalam kamarnya. Malam ini riko mengajaknya dinner disebuah restoran yang dirahasiakan, dan menyuruh shilla berdandan secantik mungkin. Dan hasilnya memang cantik. Shilla tampak kalem dalam balutan dress putih gading, rambutnya yang panjang ia buat bergelombang dengan pita senada dengan dressnya diatas rambut indahnya
“Kak...” shanin, adik shilla yang duduk dikelas 3 SMP masuk ke dalam kamar kakaknya. Shilla segera menoleh pada adik perempuannya itu
“Knp nin?” tanya shilla sambil menghampiri shanin
“Kakak cantik amat! Mau pergi ya sama kak riko?” tanya shanin sambil menahan senyumnya
“Iya. Udah, kamu kesini mau ngapain?” shilla mengalihkan pembicaraan
“Mau pinjem earphone doang kok” jawab shanin
“Yaudah, ada dimeja kakak tuh” shilla menunjuk meja belajarnya dengan dagu. Shanin segera berjalan ke arah meja belajar shilla dan mengambil earphone
“Shilla! Riko udah dateng sayang..” seru mamahnya dari bawah. Shilla cepat-cepat mengambil tas kecilnya dan berlari kebawah menghampiri mamah dan pacarnya
“Yaudah tante, kita berangkat dulu” pamit riko lalu bersalaman dengan mamah shilla
“Daah mamah..” shilla mencium sekilas pipi mamahnya dan keluar lalu masuk ke dalam grand livina hitam milik riko

***

“Duuh, riko! Kita mau kemana sih!? Kok pake tutup mata segala” keluh shilla saat matanya ditutup dengan sebuah sapu tangan dan dirinya dituntun riko
“Udah, nurut aja! Kamu pasti suka kok” riko menjawab dengan nada misterius. Ia terus menuntun shilla hingga sampai disebuah meja makan dan menuntun shilla untuk duduk, ia lalu membuka sapu tangan yang menutupi mata indah shilla. “Taraaaa! Suka kan..” kata riko dengan senyum lebarnya
Shilla melihat sekelilingnya. Ini adalah restoran tempat ia dan riko jadian dulu, masih sama. Bahkan saat ini mereka duduk dimeja yang sama, restoran itu tidak terlalu ramai dan cenderung sepi
“Udah lama kita gk kesini..” gumam shilla pelan sambil terus tersenyum. Tiba-tiba seorang pelayan datang sambil membawa makanan dan menaruhnya di meja riko-shilla
“Ayo dimakan..” ucap riko

-SKIP-

Setelah selesai makan dalam suasana romantis *preet* riko ijin pergi ke kamar mandi meninggalkan shilla. Saat riko sedang pergi, gk sengaja ponselnya bergetar. Karena penasaran dan menurut shilla dia berhak baca (krn shilla pacarnya), shilla mengambil ponsel riko dan membuka pesan yang masuk

From : My sweety ify
Sayang, kita jalan yuk!

JEGEERR!!!
Shilla mematung setelah membaca pesan singkat itu. Pesan singkat yang mampu menyayat hatinya, dan membobol benteng yang berusaha (?) shilla bangun kembali. Air matanya menetes dan terus menetes, ia menaruh ponsel riko dimeja dan menghapus air matanya saat dilihat riko sedang berjalan ke arahnya
“Sorry lama” riko tersenyum merasa bersalah
“Jadian sm ify kok gk bilang-bilang sih!?” ucap shilla sambil tersenyum
“Maksudnya shil?” tanya riko
“Liat aja inbox hp kamu” shilla menunjuk ponsel riko dengan dagunya. Cowok hitam manis itu langsung meraih ponselnya, dan melihat inbox yang masuk
“Shil-...”
“Kita selesai ko!” tegas shilla lalu pergi dari hadapan riko yang terus memanggil namanya

***

Shilla terus menangis disebuah bangku taman. Dengan cahaya yang remang-remang dari lampu taman, tak terlihat bahwa shilla sedang menangis. Lagipula memang tidak ada orang yang lewat. Shilla terus menutup wajahnya dengan kedua tangan. Menyesali kebodohannya, mengapa ia bisa memaafkan riko dan memberi cowok itu kesempatan lagi jika pada akhirnya ia tak berubah?? Shilla terus saja menangis sesenggukan dibangku taman itu. Tiba-tiba sebuah suara deru motor menghentikan tangisnya, shilla mendongakan wajahnya ke atas
“Sion??” kaget shilla setelah orang yang turun dari motor melepas helm yang dipakainya
“Knp shil?” sion duduk disamping shilla. Sementara shilla hanya diam dan menatap lurus ke depan, tiba-tiba air matanya mengalir turun dengan deras
“Shil..” sion membalikan tubuh shilla agar menghadap dengannya. Tiba-tiba saja gadis cantik itu menghambur pada pelukan sion (cowok yg dari dulu suka sm shilla)
“Gw...putus...sama riko...yon..” ucap shilla dalam pelukan sion. Sion membelai rambut panjang milik shilla
“Knp? Bukannya lo sayang dan cinta sama dia?” tanya sion pelan
“I..iya. Tp.. dia malah...selingkuh...sama cewek...cewek lain..” shilla sesenggukan. “Kurang....gw tuh, apa sih yon?” lanjut shilla
“Lo sempurna shil. Riko aja yg kurang ajar sama lo..” sion masih membelai rambut shilla

Ckiiiiitttt!!! Sebuah mobil berhenti tepat disebelah motor ninja sion. Pengendara mobil itu keluar lalu menghampiri shilla dan sion, orang itu lantas menarik tangan shilla
“Lo ngapain ha sama cewek gw??” bentak orang itu pada sion
“Riko! Kamu apa-apaan sih!?” shilla mencoba melepaskan genggaman tangan riko, tapi tak berhasil
“Gw? Elo tuh, lo apain cewek lo sampe nangis kaya gitu??” sion menunjuk dada riko dengan telunjuk tangannya
“Terserah gw mau ngapain shilla!! Dia cewek gw!!” balas riko keras
“AKU BILANG KITA PUTUS RIKO!! PUTUS PUTUS PUTUS!!!” shilla menepis tangan riko keras lalu berlari pergi meninggalkan sion dan riko yang berdiri mematung sambil menatap kepergian shilla
“Bajingan lo ko! Cewek kaya shilla lo sia-siain..” kata sion dengan penuh penekanan, lalu pergi dengan motor ninjanya
Riko duduk berlutut di dekat bangku taman itu, air matanya mengalir mendengar ucapan shilla sebelum akhirnya gadis itu pergi
“Aaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrgggghh!!!!” teriak riko prustasi

%%%

Dengan ogah-ogahan riko mendrible bola basketnya. Ia mencoba menshoot bola itu ke arah ring, tapi tak masuk. Gabriel yang heran melihat sahabatnya itu, menghampiri riko lalu menepuk bahunya.
“Lo knp ko?” tanya gabriel khawatir
“Gpp” jawab riko singkat dan pelan
“Lo mau balik kgk?” tanya gabriel lagi setelah dilihatnya kalau didalam lapangan basket indoor itu hanya tersisa ia dan riko
“Nanti. Lo duluan aja..” sahut riko. Gabriel hanya mengedikan bahunya dan segera menghampiri sivia yang telah menunggunya diambang pintu
Riko mendongakan wajahnya ke arah bangku penonton. Terbayang shilla yang duduk sambil menyemangati riko dengan gembira, riko tersenyum sendiri. Tapi tiba-tiba bayangan itu menghilang. Riko melempar bola basketnya asal-asalan dan berjalan keluar untuk pulang

***

Shilla masih membereskan berkas-berkas OSIS sekolahnya. Tiba-tiba ponselnya berdering, dilayarnya tertulis ‘Incoming cell MAMAH’. Shilla lalu mengangkat panggilan itu
“Halo mah...msh di sekolah...ha? yaudh, shilla plg sendiri...iya gpp kok...daah mamah..” shilla mengakhiri panggilan itu lalu menghembuskan nafas beratnya. Ia berjalan keluar ruang OSIS, baru selangkah keluar tiba-tiba petir terdengar dan disusul dengan hujan yang turun dengan sangat deras. Shilla mengeluh dalam hati, ia lalu berjalan menuju halte yang berada didepan sekolahnya sambil menunggu taksi yang lewat. Sedang asyik-asyiknya menunggu, tiba-tiba seseorang datang dan ikut bergabung dengan shilla. Shilla menoleh dan terlonjak kaget, begitupun orang itu. Riko dan shilla terjebak di halte sekolah mereka....
“Shil...” panggil riko. Sekejap shilla langsung jalan menerobos hujan lebat itu disusul riko yang mencekal tangan kanannya dan membalikan tubuhnya
“SHILLA PLISS MAAFIN AKU SHIL, AKU TAU AKU SALAH” ucap riko keras karena suara hujan yang juga kencang
“AKU SELALU MAAFIN KAMU RIKO! TAPI KAMU GK PERNAH BERUBAH, DAN AKU CAPEK...AKU NYERAH RIKO...” balas shilla tak kalah kencang
“AKU JANJI GK BAKAL KAYA GITU LAGI SHIL” ucap riko
“AKU GK PERCAYA RIKO! SEMUA OMONGAN KAMU ITU BULSHIT TAU!!!” sahut shilla
“SHILLA, AKU SAYANG DAN CINTA SAMA KAMU” teriak riko
“BOHONG! KAMU GK PERNAH CINTA DAN SAYANG SAMA AKU, KAMU CUMA SAYANG SAMA CEWEK-CEWEK KAMU YANG LAIN” ucap shilla
“AKU JUJUR SHILLA!! AKU CUMA SAYANG DAN CINTA SAMA KAMU!!!!” ucap riko keukeuh
“BOHONG!!!!!” shilla berlari menembus hujan setelah menepis tangan riko

%%%

2 hari menuju pertandingan basket se Indonesia, riko malah semakin malas berlatih dan membuat pelatih basket mereka berkoar hebat setiap hari. Gabriel hanya bisa berdoa melihat sahabat sekaligus kapten basket sekolahnya itu agar ia bangun dari kemalasannya. Shilla mengetahui hal itu, dari sivia sahabatnya. Sebenernya shilla ingin sekali menyemangati riko, tapi apadaya..
Shilla hanya bisa mengintip riko dari pintu lapagan basket indoor saat cowok itu berlatih ogah-ogahan, dan shilla hanya tersenyum pahit melihat riko...

***

Prrriiiiitttt!!!
Pertandingan basket dimulai, tim riko berjuang keras mengejar point karena point sekolah mereka memang agak tertinggal dari sekolah lawannya
“Shil, ayolah shil!!” rengek sivia
“Egk vi! Apaan sih lo!” sahut shilla kesal
“Shil, gw tau lo masih sayang dan cinta sama riko! Ayolah shil, Cuma lo yang riko butuhin sekarang!” ucap sivia lagi, membuat shilla diam dan berpikir sejenak
“Ok” shilla mengangguk singkat
“Shilla, you’re the best!!!” sivia tersenyum lebar lalu memeluk sahabatnya itu
“Gabriel kali yang the best!?” goda shilla
“Apa sih!? Udah ayo..” sivia menarik shilla menuju tempat pertandingan

***

BUUGG!! Seorang anggota tim basket lawan melakukan pelanggaran dengan menabrak riko hingga jatuh. Dan itu membuat anggota tim basket riko mendapat kesempatan untuk melakukan three point, dengan riko yg akan melakukannya. Riko sangat nervous karena hidup-mati tim basket ada ditangannya. Ia berkonsentrasi penuh pada ring dan bola sambil memejamkan mata dan berdoa supaya bola basket orange itu masuk ke ring. Tapi tiba-tiba bayangan wajah shilla yang menangis melintas dipikirannya, membuat riko kembali tidak konsentrasi.
“Rikooooooooooooooooooo!!!!!!!”
Suara itu, suara itu! Riko membuka matanya dan menoleh ke arah bangku penonton paling depan. Disana berdiri shilla yang sedang tersenyum dan meneriaki namanya memberi semangat
“Ayo riko! Kamu bisaaaaaaaaaaaa!!!!” teriak shilla paling kencang
“Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeee....” sorak anak-anak yang ada didalam ruangan itu
“Apa sih!? Wleeeeeeee :P” shilla menjulurkan lidahnya
Riko kembali konsen pada ring dan bola yang ada ditangannya, sampai akhirnya wasit meniup peluit dan riko melempar bola itu ke arah ring dan.........................................MASUK!!
“Yeeeeeeeeeeeeeeeee....” sorak anggota tim basket, shilla dan sivia, bahkan anak-anak sekolah mereka yang menonton

-SKIP-

Riko sedang mengelap wajahnya yang bercucuran keringat ketika sebuah tangan putih muncul dihadapannya, riko mendongak dan melihat shilla yang tersenyum manis dan tulus
“Selamat ya...” ucap shilla masih mengulurkan tangannya. Riko menatap tangan shilla, tapi ia langsung menjabatnya lalu menarik shilla ke pelukannya
“Sama-sama..” riko memeluk erat shilla lalu mengecup puncak kepala gadis itu
“Bau ih bau!!” pekik shilla cempreng. Riko tertawa renyah
“Biarin, yg penting kamu suka..” ucap riko santai lalu melepas pelukannya dan mengangkat wajah shilla dengan kedua tangannya
“Shil, please-....” shilla menaruh jari telunjuknya di bibir riko
“Aku kasih kamu kesempatan terakhir...” ucap shilla sambil tersenyum manis
“Makasih sayang..” riko mencium kening shilla lembut. “Eh, kan tim basket aku menang nih, berkat aku juga. Kasih hadian doong..” pinta riko jahil
“....” shilla diam dan berpikir, sementara riko tersenyum melihat ekspresi gadisnya
Tiba-tiba shilla menarik kerah (?) kaos basket riko sehingga wajah cowok itu ikut tertarik dan jaraknya sangat dekat dengan wajah shilla
“Aku kasih first kiss aku..” bisik shilla lalu memejamkan matanya. Riko sedikit terlonjak kaget sebelum akhirnya tersenyum. Riko kembali mendekatkan wajahnya ke arah wajah shilla, jarak wajah mereka mungkin tinggal beberapa mili lagi, sampai akhirnya mereka............*tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt! Sensor :D*
Shilla menarik wajahnya dan membuka matanya perlahan lalu tersenyum pada riko yang masih tak percaya.
“Knp sih?” shilla menepuk pelan pipi riko
“Bibir kamu shil-....”
“Ssssst, gk usah dibahas! Ayo kita gabung sama anak basket yang lain” shilla memotong perkataan riko lalu menarik cowok itu keluar dari ruang ganti


:::THE END:::

Waaaaaaahhhh, cerpen frontal saya nih yang pertama. Dan akhirnya kelar juga.
Sorry kalo ada yang gk suka, abis idenya udah mampet abis nih.. L
Comment and likenya ditunggu..
See you di cerpen saya selanjutnya!!